Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun.
Mendengar tragedi Situ Gintung, membuat saya terkejut.
Bukan hanya karena tragedi tersebut memakan banyak korban jiwa dan menjadi tragedi nasional, namun banyak kenangan pribadi saya dan istri saya di lokasi bencana tersebut.
Terbayang, selama lebih kurang 4 tahun, saya mengantar istri saya ke Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta. Meskipun istri saya berkuliah di Kampus Bekasi, namun beberapa kegiatan, termasuk Sidang Sarjana, dilakukan di kampus pusat.
Sekitar setahun sudah kami tidak ke sana.
Mendengar dan melihat tragedi ini, terbayang lokasi yang berbukit-bukit, rimbun dan sejuk.
Istri saya yang selalu berkata "gak usah di goes motornya mas" (emangnya sepeda?), saat masuk dari jalan raya. Makan di kantin, ngobrol di perpustakaan, duduk-duduk di teras FAI menunggu dosen, sholat berjamaah di mushola atau di masjid, memandang deretan kos-kosan di samping bawah kampus, atau berjalan-jalan ke atas (FH) dan sekitarnya.
Kenangan itu kini tidak terlihat lagi.
Kos-kosan hilang, entah bagaimana nasib adik-adik mahasiswa di sana.
Masjid dipenuhi onggokan kayu dan lumpur.
Kantin entah kemana.
Kantor koperasi (terakhir menjadi pusat latihan PAUD kalau saya tidak salah) diterjang bus-bus kampus yang hanyut.
Ibu-Bapak yang kehilangan anak. Anak yang kehilangan orang tua. Suami kehilangan istri. Istri kehilangan suami.
Jerit tangis.
Itulah yang kami lihat di layar televisi.
Entah ini cobaan atau hukuman. Yang pasti ini musibah bagi kita semua. Menjadikan ini pelajaran bagi kita semua.
Selamat jalan saudara-saudaraku.
Semoga Allah memberi kesabaran kepada saudara-saudaraku yang masih diberi kesempatan melihat terbitnya sang surya.
Amiin
1 komentar:
Wah, saya rasa faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya musibah Situ Gintung adalah kelalaian pihak pengelola (PU, Pemda dan Pemerintah Pusat). Kerusakan Situ padahal sudah terdeteksi tahun 2005, lalu 2007 sudah di laporkan ke pihak terkait. Namun saat diminta pertanggung jawaban, para pihak pengelola saling lempar tanggung jawab, tapi menurut saya memang kawasan tsb merupakan zona bebas pemukiman.
Posting Komentar