Innalillahi wa inna ilaihi roojiu'un.
Bencana besar kembali melanda Indonesia. Gempa bumi dengan kekuatan 7,6 SR mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009 sekitar pukul 17.16 WIB.
Gempa ini memberikan dampak luar biasa pada kota Padang, Pariaman, dan sekitarnya. Hingga saat ini setidaknya 500 orang tewas. Bahkan PBB sempat melansir (mungkin dugaan mereka) korban tewas mencapai 1100 jiwa.
Memang posisi Indonesia berada pada pertemuan lempeng-lempeng besar yang bergerak dan saling mendesak sehingga menjadi daerah yang rawan terjadi gempa.
Selama bulan September 2009 saja, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya terjadi lebih dari 30 kali gempa bumi di wilayah Indonesia dengan kekuatan di atas 5 SR. Beberapa yang terbesar di antaranya mengguncang Tasikmalaya (7,3 SR), Yogyakarta (6,8 SR), Tolitoli (6,0 SR), Nusa Dua (6,4 SR), Ternate (6,4 SR), dan Padang (7,6 SR). Data tersebut masih ditambah kejadian pada 1 Oktober 2009 yaitu di Jambi (7,0 SR).
Hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah rawan gempa. Hanya pulau Kalimantan yang memiliki potensi gempa paling sedikit sehingga masuk dalam kategori "aman" gempa.
Sudah saatnya kita kembali berpikir dan bertindak untuk menghindari efek samping yang menyebabkan korban banyak berjatuhan. Gempa tidak membunuh, efek dari gempa itulah yang memakan banyak korban. Banyak pakar yang sudah menyatakan struktur bangunan di Indonesia harus dikaji dan ditata ulang sehingga mampu bertahan terhadap gempa, setidaknya dapat meminimalkan korban jiwa.
Terlepas dari usaha yang harus dilakukan untuk menyelamatkan para korban, nampaknya kita masih belum banyak belajar dari musibah yang menimpa kita.
Semoga arwah para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan memiliki kekuatan untuk bangkit dan menghadapi hari esok dengan lebih baik lagi.
Aamiin.
Jumat, 02 Oktober 2009
Langganan:
Komentar (Atom)